Value Sebagai Katalisator Prestasi Fahutan

Prestasi dapat dimaknai sebagai peningkatan capaian kebaikan dalam hidup. Dengan pemaknaan seperti ini maka prestasi tidak selamanya bisa diukur dengan peringkat atau urutan kejuaraan. Ia sangat erat kaitannya dengan perkembangan, pertumbuhan, dan kemajuan. Ia lebih bersifat kualitatif daripada kuantitatif. Ia lebih bersifat maknawi daripada formalistik.

Pemahaman di atas menjadikan cakupan prestasi menjadi sangat luas. Dalam konteks dunia kampus kita akan menemukan prestasi akademik, prestasi keorganisasian, prestasi entrepreneurship, prestasi kesenian, prestasi  olah raga, dan lain-lain.

Antara Prestasi Individu dan Kolektif

Skala prestasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu prestasi individu dan prestasi kolektif. Sebenarnya prestasi kolektif merupakan akumulasi prestasi individu yang bersinergi. Tidak ada prestasi kolektif tanpa prestasi individu. Oleh sebab itu untuk membangun prestasi kolektif harus ada upaya individual achievement encouragement.

Fakultas Kehutanan IPB dan Prestasi

Jika kita berbicara tentang prestasi Fakultas Kehutanan IPB, maka kita sebenarnya sedang berbicara prestasi kolektif. Prestasi fakultas merupakan prestasi seluruh stakeholdernya. Di dalamnya ada prestasi mahasiswa, dosen, dan pegawai.

Akhir-akhir ini banyak kabar gembira tentang prestasi Fahutan (Fakultas Kehutanan). Ada wisudawan terbaik, peraih piala emas pada PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional), dosen yang berhasil menemukan inovasi teknologi hasil hutan, dan sebagainya. Kita dapat katakan bahwa image Fahutan yang terbelakang dari segi prestasi mulai pudar. Tentunya ini adalah kabar baik.

Sekarang fokus kita adalah progresifitas yang merupakan ciri perkembangan peradaban manusia. Yang kita lakukan dalam hal ini adalah mengakselerasi peningkatan prestasi Fahutan dan mengkapitalisasinya. Akselerasi sebagai dasar progresifitas itu sendiri dan kapitalisasi sebagai perangsang kontinuitasnya.

Ada bekal  asasi dalam mengakselerasi dan mengkapitalisasi prestasi Fahutan. Bekal tersebut berupa values atau nilai-nilai. Nilai-nilai merupakan pedoman bagi setiap individu dalam perilaku sehari-hari. Ketika seperangkat nilai sudah diterima secara kolektif maka nilai-nilai tersebut menjadi shared-values. Sejumlah nilai yang paling berpengaruh atau menjadi rujukan utama disebut sebagai nila-nilai dasar atau nilai-nilai utama (primary values).

Setidaknya ada tiga nilai dasar yang menjadi bekal asasi dalam mengakselerasi dan mengkapitalisasi prestasi Fahutan. Nilai-nilai tersebut yaitu inklusifitas, budaya apresiatif, dan sinergisitas. Inklusifitas yang dimaksud adalah sikap open mind. Dengan sikap ini komponen Fahutan mampu melihat berbagai kemajuan fakultas lain dan mengadopsinya tanpa melupakan nilai baik yang sudah mengakar di Fahutan seperti kekeluargaan. Setelah itu ada inovasi-inovasi baru yang dikembangkan dari hasil adopsi tersebut. Contoh aplikatif nilai ini adalah berusaha mengadopsi event organizer skill BEM Fakultas Ekonomi dan Manajemen yang terkenal cukup baik. Dalam tataran praktis adopsi ini bisa dilakukan dengan studi banding misalnya.

Nilai selanjutnya adalah budaya apresiatif. Budaya ini sangat relevan aplikasinya dalam merangsang peningkatan prestasi. Budaya ini mampu mendongkrak prestasi kolektif tanpa bermaksud melunturkan nilai-nilai keikhlasan. Dengan adanya budaya ini maka setiap individu terdorong untuk berprestasi sekaligus menghargai prestasi orang lain. Tentunya ini sangat manusiawi. Jika budaya ini terinternalisasi di Fahutan maka secara otomatis kapitalisasi prestasi terwujud dan dampaknya sangat positif untuk akselerasi prestasi Fahutan.

Nilai yang terakhir adalah sinergisitas. Prestasi Fahutan tidak akan optimal jika hanya ada orientasi prestasi individu maupun komponen tertentu tanpa orientasi prestasi kolektif. Nilai sinergisitas lah yang mampu merekat prestasi-prestasi individu atau komponen tertentu menjadi prestasi kolektif. Di sini perlu ada satu visi bersama struktur dekanat, Himpro, BEM, DPM, dan komponen-komponen Fahutan lainnya. Tentunya jika ada keinginan menuju Fahutan prima prestasi, tak lain visi itu adalah visi prestasi bersama. Di atas visi itulah dibangun kerjasama. Kerjasama tersebut salah satunya bisa berupa program bersama dalam satu periode kepengurusan.

Nilai-nilai di atas sebenarnya akan menjadi katalisator prestasi jika terinternalisasi dengan baik pada setiap individu atau komponen di Fahutan. Yang jelas hal real yang harus dilakukan adalah mulai menanamkan nilai-nilai tersebut pada pribadi kita masing-masing. Benar apa yang dikatakan Leo Tolstloy, “Banyak sekali orang yang memiliki ide bagaimana orang lain harus berubah. Tetapi sedikit sekali orang yang memiliki ide bagaimana dirinya sendiri harus berubah.”

By @dikisaefurohman

Advertisements

BEM Fakultas Kehutanan IPB adalah organisasi pergerakan dan pengabdian mahasiswa untuk mewujudkan Fakultas Kehutanan IPB yang prestatif, dinamis, dan sinergis

Posted in Artikel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Archives

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

%d bloggers like this: